Renungan Selasa, 30 Desember 2025: Kisah Janda / Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, dan Yusuf; 1Yoh 2:12-17; Mzm 96:7-8a.8b-9.10; Luk 2:36-40. BcO Kid 1:12-2:7
Kesetiaan Hana teruji melalui ketekunannya yang luar biasa, di mana ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan terus beribadah siang malam dengan berpuasa serta berdoa. Kedekatan batin inilah yang memampukannya memiliki kepekaan rohani untuk mengenali kehadiran Tuhan. Buah dari kesabarannya terbayar lunas ketika ia diizinkan bertemu dengan Kanak-kanak Yesus yang sedang dipersembahkan oleh Maria dan Yusuf di Bait Allah.
Sebagai seorang nabi, Hana segera menyadari bahwa bayi tersebut adalah jawaban atas doa-doa bangsa Yahudi yang sedang menderita di bawah penindasan kekaisaran Romawi. Ia pun dengan penuh syukur mewartakan tentang Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan bagi Yerusalem. Hana menegaskan bahwa Yesus adalah Mesias, Sang Pembebas sejati dari keturunan Daud yang akan memulihkan harapan bangsa yang sedang dijajah tersebut.
Kisah Hana menjadi teguran sekaligus pengingat bagi kita di masa kini. Sering kali kita merasa ragu akan kemampuan Yesus dalam menyelamatkan atau memulihkan keadaan kita, padahal kita secara sadar mengakui bahwa Dia adalah Mesias. Melalui teladan Hana, kita diajak untuk tetap setia dan percaya sepenuhnya pada kuasa penyelamatan Tuhan, bahkan di tengah situasi yang tampaknya paling tidak berdaya sekalipun.
INJIL: Luk 2:36-40
Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan
Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kep
Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu
BACAAN: 1Yoh 2:12-17
Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang
Aku menulis kepad
Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tid
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lama
