Renungan Selasa, 23 Desember 2025: Namanya Yohanes / Hari Biasa Khusus Adven, Mal 3:1-4; 4:5-6; Mzm 25:4-5b,8-9,10,14; Luk 1:57-66
Hari Biasa Khusus Adven, Mal 3:1-4; 4:5-6; Mzm 25:4-5b,8-9,10,14; Luk 1:57-66
INJIL hari ini berkisah tentang peristiwa-peristiwa aneh seputar kelahiran Yohanes, berfokus pada pemberian nama yang dirasa janggal oleh para tetangga.
Sesuai kabar dari Malaikat Gabriel, Elisabet akhirnya melahirkan anak laki-laki. Para tetangga pun hadir, turut bersukacita bersama keluarga itu. Mereka sadar, Allah ternyata memberkati keluarga Zakharia. Namun, mereka belum paham benar bahwa bayi yang baru lahir itu akan berperan penting dalam karya keselamatan Allah.
Bersimpati pada penderitaan Zakharia yang bisu, para tetangga dengan agresif mengusulkan agar bayi itu diberi nama Zakharia juga. Ini adalah kehendak manusia yang oleh Penginjil Lukas mau dipertentangkan dengan kehendak Allah. Apa pun yang terjadi, kehendak Allahlah yang harus ditaati. Karena itulah, Elisabet dan Zakharia sama-sama menolak usulan para tetangga. Sesuai perintah Allah (1:13), anak itu diberi nama Yohanes.
Yohanes berarti “Tuhan melimpahkan rahmat”. Dengan memberi nama anaknya Yohanes, Zakharia mengimani hal tersebut. Itu juga menunjukkan ketaatannya pada kehendak Allah yang telah menentukan peran bagi anaknya di masa depan. Hukuman baginya lalu dicabut, ia bisa bicara lagi. Sebab, Zakharia yang dulu tidak percaya, sekarang seratus persen percaya kepada Allah.
INJIL: Luk 1:57-66
Luk 1:57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
Luk 1:58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
Luk 1:59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
Luk 1:60 tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."
Luk 1:61 Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."
Luk 1:62 Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
Luk 1:63 Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya.
Luk 1:64 Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
Luk 1:65 Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
Luk 1:66 Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
