Renungan Sabtu, 27 Desember 2025: Bukti Kebangkitan / Pesta Yohanes Rasul dan Pengarang Injil; 1Yoh1:1-4; Mzm 97; Yoh 20:2-8

00.50 Kontak Jodoh Katolik 0 Comments

<< DOA GEREJA KATOLIK >>

Bagi bangsa Yahudi, kematian seseorang dipandang secara definitif setelah proses penguburan dilakukan. Oleh sebab itu, konsep kebangkitan hanya dapat dipahami secara logis jika orang yang telah mati tersebut keluar dan meninggalkan kubur dalam keadaan kosong. Namun, kisah Maria Magdalena, Simon Petrus, dan murid lainnya menunjukkan bahwa melihat kubur yang kosong secara fisik ternyata tidak secara otomatis melahirkan iman. Ketika Maria melapor bahwa Tuhan telah diambil orang, Petrus dan murid lainnya bergegas menuju makam. Mereka memang melihat kain kafan dan kain peluh yang tergeletak, tetapi pada titik itu mereka belum sampai pada keyakinan akan kebangkitan Kristus.

Perbedaan mendalam ini terletak pada cara manusia "melihat". Dalam bahasa Yunani, terdapat kata blepho yang berarti melihat sekadar objek material atau fakta fisik. Penglihatan jenis ini tidak cukup untuk mendatangkan kepercayaan. Perubahan besar baru terjadi ketika murid yang lain masuk ke dalam kubur, lalu ia "melihat dan percaya". Kata melihat yang digunakan kali ini adalah horao, yang merujuk pada penglihatan batin atau sebuah penyingkapan iman. Murid tersebut percaya bukan hanya karena melihat kain kafan yang kosong, melainkan karena saat itu juga ia mendapatkan terang dari Kitab Suci. Ia teringat akan nubuat bahwa Kristus harus bangkit, dan pengertian spiritual inilah yang menjadi dasar kepercayaannya.

Refleksi ini menjadi teguran bagi kita yang sering kali menuntut bukti nyata atau mukjizat fisik sebelum mau beriman. Padahal, penglihatan fisik sering kali terbatas dan menyesatkan. Sebagaimana para murid di makam tersebut, kita diajak untuk beralih dari sekadar melihat fakta (blepho) menuju pemahaman rohani (horao) yang bersumber dari kebenaran Kitab Suci. Iman yang sejati tidak dibangun di atas bukti-bukti yang kasat mata, melainkan atas kesaksian Firman Tuhan yang telah teruji kebenarannya. 

INJIL: Yoh 20:2-8

Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."

Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.

Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.

BACAAN: 1Yoh1:1-4;

Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup—itulah yang kami tuliskan kepada kamu.

Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.

Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.

Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.