Renungan Sabtu, 27 Desember 2025: Bukti Kebangkitan / Pesta Yohanes Rasul dan Pengarang Injil; 1Yoh1:1-4; Mzm 97; Yoh 20:2-8
Perbedaan mendalam ini terletak pada cara manusia "melihat". Dalam bahasa Yunani, terdapat kata blepho yang berarti melihat sekadar objek material atau fakta fisik. Penglihatan jenis ini tidak cukup untuk mendatangkan kepercayaan. Perubahan besar baru terjadi ketika murid yang lain masuk ke dalam kubur, lalu ia "melihat dan percaya". Kata melihat yang digunakan kali ini adalah horao, yang merujuk pada penglihatan batin atau sebuah penyingkapan iman. Murid tersebut percaya bukan hanya karena melihat kain kafan yang kosong, melainkan karena saat itu juga ia mendapatkan terang dari Kitab Suci. Ia teringat akan nubuat bahwa Kristus harus bangkit, dan pengertian spiritual inilah yang menjadi dasar kepercayaannya.
INJIL: Yoh 20:2-8
Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berla
Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kai
Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
BACAAN: 1Yoh1:1-4;
Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup—itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitak
Apa yang telah k
Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.
.jpg)