Renungan Jumat, 26 Desember 2025: Sarana Penginjilan / Pesta St Stefanus Martir Pertama; Kis 6:8-10; 7:54-59; Mzm 31; Mat 10:17-22
DOAGEREJAKATOLIKSarana Penginjilan / Pesta St Stefanus Martir Pertama; Kis 6:8-10; 7:54-59; Mzm 31; Mat 10:17-22
SEJARAH telah membuktikan bahwa sejak dahulu hingga kini, selalu ada pribadi-pribadi tangguh yang rela mempertaruhkan nyawa demi iman mereka. Pengorbanan para martir ini tidaklah sia-sia, melainkan menjadi "benih" yang menyuburkan pertumbuhan umat beriman di seluruh dunia.
Yesus sendiri telah memperingatkan bahwa para pengikut-Nya tidak akan luput dari penderitaan. Mereka mungkin akan diseret ke pengadilan agama atau dianiaya di tempat ibadah. Namun, menariknya, tekanan tersebut justru harus dipandang sebagai peluang emas untuk mewartakan kabar baik. Saat para murid berdiri di hadapan penguasa dan raja, saat itulah mereka menjadi saksi bagi dunia. Dalam situasi sulit tersebut, mereka diminta untuk tidak merasa gentar atau cemas mengenai kata-kata yang harus diucapkan, sebab Roh Bapa sendiri yang akan berbicara melalui mereka.
Konsekuensi dari pilihan untuk setia kepada Yesus memang sangat berat, bahkan bisa memicu perpecahan di dalam keluarga. Perbedaan sikap dalam menerima atau menolak Yesus dapat menciptakan jurang pemisah, di mana saudara bisa mengkhianati saudaranya, dan orang tua serta anak bisa saling berlawanan. Kebencian dunia terhadap nama Yesus adalah realitas yang harus dihadapi, namun ada janji keselamatan bagi mereka yang memiliki keteguhan hati hingga akhir.
Sering kali, kita merasa lelah dan ingin menyerah ketika menghadapi penderitaan hidup. Padahal, melalui perspektif iman, setiap tantangan dan penganiayaan sebenarnya adalah sarana bagi kita untuk menjadi saksi kasih Tuhan yang lebih kuat lagi.
INJIL: Mat 10:17-22
TETAPI waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
BACAAN: Kis 6:8-10
DAN Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.
Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini—anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria—bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.
Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.
Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."
.jpg)