Sengsara dan Wafat Yesus
RPP Bab V Sub A. Sengsara dan Wafat Yesus.pdf oleh Anton NendroIstilah "sengsara Yesus" merujuk pada serangkaian penderitaan fisik, emosional, dan spiritual yang dialami Yesus Kristus sebelum dan selama penyaliban-Nya. Penderitaan ini dimulai setelah Perjamuan Terakhir dan mencapai puncaknya di kayu salib.
Berikut adalah kronologi singkat dari sengsara Yesus:
-
Perjamuan Terakhir dan Penetapan Ekaristi:
- Yesus makan Paskah terakhir bersama murid-murid-Nya.
- Ia menetapkan Ekaristi (Perjamuan Kudus), mengidentifikasikan roti dan anggur sebagai tubuh dan darah-Nya yang akan dikurbankan. Ini adalah simbolisasi penderitaan dan pengorbanan-Nya yang akan datang.
- Ia mengumumkan bahwa salah satu dari mereka akan mengkhianati-Nya.
-
Di Taman Getsemani:
- Setelah Perjamuan Terakhir, Yesus pergi ke Taman Getsemani untuk berdoa.
- Ia mengalami kesedihan dan penderitaan jiwa yang luar biasa, hingga peluh-Nya seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Lukas 22:44). Ia memohon kepada Bapa agar piala penderitaan ini dijauhkan dari-Nya, namun tetap menyerahkan diri pada kehendak Bapa.
- Murid-murid-Nya, yang seharusnya berjaga dan berdoa bersama-Nya, malah tertidur.
-
Penangkapan Yesus:
- Yudas Iskariot, salah satu dari dua belas murid, datang bersama serombongan orang yang membawa pedang dan pentungan, dikirim oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan tua-tua.
- Yudas mengidentifikasi Yesus dengan sebuah ciuman, yang menjadi tanda penangkapan-Nya.
- Petrus mencoba melawan dengan pedang, tetapi Yesus menegurnya.
- Semua murid meninggalkan-Nya dan melarikan diri.
-
Pengadilan-pengadilan:
- Di hadapan Hanas dan Kayafas (Mahkamah Agama Yahudi):
- Yesus dibawa pertama kali ke Hanas, mantan imam besar, kemudian ke Kayafas, imam besar yang menjabat.
- Ia dituduh melakukan penghujatan karena mengakui diri sebagai Anak Allah. Banyak saksi palsu muncul, tetapi kesaksian mereka tidak konsisten.
- Ia diludahi, ditampar, dan diolok-olok.
- Di hadapan Pontius Pilatus (Gubernur Romawi):
- Karena Mahkamah Agama tidak memiliki wewenang untuk menjatuhkan hukuman mati, mereka membawa Yesus kepada Pilatus.
- Yesus dituduh menghasut rakyat, melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan mengaku sebagai raja.
- Pilatus, setelah menginterogasi Yesus dan tidak menemukan kesalahan padanya, mencoba membebaskan-Nya.
- Di hadapan Herodes Antipas:
- Pilatus mengirim Yesus kepada Herodes, yang merupakan penguasa Galilea, karena Yesus berasal dari sana. Herodes mengejek-Nya dan menyuruh-Nya mengenakan jubah kebesaran, lalu mengembalikan-Nya kepada Pilatus.
- Kembali ke Pilatus dan Penjatuhan Hukuman:
- Meskipun Pilatus ingin membebaskan Yesus, ia tunduk pada tekanan massa yang berteriak "Salibkan Dia!" dan memilih untuk membebaskan Barabas, seorang penjahat.
- Pilatus mencuci tangan di hadapan orang banyak, menyatakan dirinya tidak bersalah atas darah Yesus, lalu menyerahkan Yesus untuk disalibkan.
- Di hadapan Hanas dan Kayafas (Mahkamah Agama Yahudi):
-
Pencambukan dan Pengolok-olokan oleh Prajurit:
- Sebelum penyaliban, Yesus dicambuk dengan sangat kejam oleh prajurit-prajurit Romawi (flagelasi), yang menyebabkan luka-luka parah di seluruh tubuh-Nya.
- Mereka mengenakan mahkota duri di kepala-Nya, jubah ungu, dan tongkat sebagai tongkat kerajaan, lalu mengejek-Nya sebagai "Raja Orang Yahudi."
-
Memikul Salib:
- Yesus dipaksa memikul salib-Nya sendiri menuju Golgota (tempat Tengkorak). Karena kelemahan fisik akibat penderitaan yang hebat, Simon dari Kirene dipaksa membantu-Nya memikul salib.
Wafat Yesus (Penyaliban)
Penyaliban adalah bentuk hukuman mati yang paling kejam dan memalukan di Kekaisaran Romawi, dirancang untuk menyebabkan penderitaan yang maksimal dan kematian yang lambat.
-
Di Golgota:
- Yesus tiba di Golgota, dan di sana Ia ditelanjangi dan dipakukan pada kayu salib.
- Ia disalibkan di antara dua penjahat.
- Prajurit membagi-bagi pakaian-Nya dan membuang undi untuk jubah-Nya.
- Sebuah tulisan dipasang di atas kepala-Nya: "Yesus orang Nazaret, Raja Orang Yahudi" (INRI).
-
Penderitaan di Salib:
- Yesus menderita selama kurang lebih enam jam di kayu salib, dari jam sembilan pagi hingga jam tiga sore.
- Ia dicemooh dan dihina oleh orang-orang yang lewat, para pemimpin agama, dan bahkan salah satu penjahat yang disalibkan di samping-Nya.
- Ia mengucapkan Tujuh Perkataan di Salib, antara lain:
- "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34)
- "Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (kepada penjahat yang bertobat, Lukas 23:43)
- "Eli, Eli, lama sabakhtani?" (Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?, Matius 27:46)
- "Aku haus." (Yohanes 19:28)
- "Sudah selesai." (Yohanes 19:30)
- "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." (Lukas 23:46)
-
Kematian Yesus:
- Pada jam tiga sore, terjadi kegelapan meliputi seluruh daerah dari jam dua belas siang hingga jam tiga sore.
- Yesus berseru dengan suara nyaring, "Sudah selesai!" dan "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku."
- Ia menyerahkan nyawa-Nya. Pada saat itu, tabir Bait Allah terbelah dua dari atas sampai ke bawah, bumi berguncang, bukit-bukit batu terbelah, dan kubur-kubur terbuka.
- Seorang perwira Romawi yang melihat semua ini berseru, "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"
-
Penurunan dari Salib dan Penguburan:
- Untuk memastikan kematian-Nya (dan agar tubuh tidak tetap tergantung di salib pada hari Sabat), prajurit mematahkan tulang kering kedua penjahat di samping-Nya. Namun, ketika mereka datang kepada Yesus, mereka melihat bahwa Ia sudah mati, sehingga mereka tidak mematahkan tulang-Nya. Sebagai gantinya, seorang prajurit menusuk lambung-Nya dengan tombak, dan dari luka itu keluar darah dan air.
- Yusuf dari Arimatea, seorang anggota Sanhedrin yang kaya dan murid Yesus secara diam-diam, meminta izin kepada Pilatus untuk menurunkan jenazah Yesus.
- Bersama Nikodemus, ia mempersiapkan jenazah Yesus (membungkus dengan kain kafan dan rempah-rempah) dan meletakkannya di sebuah kubur baru yang dipahat dari batu di taman Yusuf sendiri.
- Kubur itu ditutup dengan batu besar, dan para pemimpin Yahudi meminta Pilatus untuk menyegel kubur dan menempatkan penjaga.
0 comments: